Pesan Paus Fransiskus Pada Hari Komunikasi Ke – 59
Komunikasi, Sebuah proses pertukaran informasi yang menjadi salah satu permasalahan universal bagi setiap individu di berbagai aspek kehidupan. Terdengar dan terlihat sederhana, Mewujudkan komunikasi ternyata sangatlah sulit. Paus Fransiskus menyampaikan keprihatinannya atas adanya berita – berita hoax yang saat ini semakin tersistematis, teratur, dirancang sedemikian rupa untuk memutarbalikkan fakta dan memanipulatif kan seseorang.
Dalam bagan pertama Ia menyampaikan, Terkhusus kepada para jurnalis dan komunikator yang bergerak dalam media untuk menjadi komunikator – komunikator harapan. Pesan yang disampaikan oleh para jurnalis dan komunikator diharapkan tidak hanya sekedar tulisan untuk memenuhi pengumpulan tenggat tayang melainkan sebagai alat transportasi pesan untuk menumbuhkan harapan kepada banyak orang. Besarnya peran komunikasi di zaman ini mampu menyesatkan seseorang, Namun tidak untuk dilupakan bahwa komunikasi dapat mengarahkan pada kebenaran mengikuti apa yang disampaikan.
Bagan Kedua, Paus Fransiskus mengajak kita untuk melucuti komunikasi, memurnikan, mengembalikan komunikasi pada hakekatnya. Banyaknya permasalahan komunikasi pada saat ini yang condong menciptakan ketakutan, Prasangka – prasangka buruk, Rasa putus asa serta kebencian, Sangatlah tidak sesuai dengan panggilan kita untuk mewartakan kabar sukacita.
Lantas bagaimana caranya dalam mewujudkan pengharapan ini sebagai para jurnalis dan komunikator pengharapan ?
Pertama, Menguduskan Tuhan dalam hati. Paus mengajak untuk memastikan diri melihat sejauh mana setiap pribadi membangun relasinya dengan Tuhan. Seperti Yesus yang menjanjikan kita akan sebuah pengharapan atas keselamatan yang diberikan melalui kematian-Nya di kayu salib, Itulah harapan!
Kedua, Siap mempertanggungjawabkan segala pengharapan yang sudah ada di dalam. Seperti Iman, Harapan dan kasih yang sudah tertanam sejak lahir dan tidak perlu dicari keberadaannya
Ketiga, Mengkomunikasikan dengan penuh kelembutan, Penuh hormat dan keakraban. Karena dengan mengenal satu dengan yang lain apa yang akan disampaikan mampu untuk kita saring dan sesuaikan dalam cara mengkomunikasikannya.
Bagan Ketiga, Paus mengatakan bahwa harapan itu tidak hanya disampaikan oleh satu orang melainkan di dalam kebersamaan. Pada bagan terakhir Paus meminta kita untuk tidak melupakan hati. Apa yang sudah dilakukan maka harus kembali pada hati. Dengan cara merawat hati dan kehidupan batin, Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penerimaan informasi yang menjauhkan diri dari Tuhan. Hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan menyebarkan harapan disaat sulit serta mempromosikan komunikasi yang mampu menyembuhkan luka – luka.
Maka pada akhirnya secara sederhana Paus Fransiskus menginginkan kita untuk menceritakan kisah – kisah kebaikan Tuhan di dalam hidup dengan penuh harapan. Sama seperti Yesus Kristus sebagai komunikator terbesar sepanjang masa.
Oleh : Angela Rahayu Pangastuti
Sumber : Youtube Komsos Keuskupan Surabaya – Talk Show Pesan Paus Fransiskus Hari Ke – 59 (https://www.youtube.com/live/nIwEJh3SGxM?si=8WlWYd1CUCCyEtMF)
